Energi Nasionalisme Melebihi Nuklir
Lebih Lanjut, Beliau Menjelaskan, ikan Yang Berada Didalam Lautpun Juga Demikian, ia Tetap Tawar Dan Tidak Terkontaminasi Oleh Asinya Air Laut, Sedangkan Air Laut Sendiri Tidak Mengintervensi ikan Yang Ada Dilaut, Keduanya Mempunyai Jati Diri Yang Luar Biasa Dan Bisa Hidup Bersama, Serta Saling Menghargai Dalam "idologinya" Masing-Masing
Dalam Hidup Berbangsa Dan Bernegara, Laut Adalah Contoh Kongkrit, Jati Diri Bangsa, Harga Diri Bangsa, Kehormatan Bangsa Tetap Punya Kepribadian Luar Biasa, Dan Kedua-duanya Dapat Hidup Bareng Dengan Harmoni, Kalo Kita Bisa Meniru Kehidupan Yang Ada Di Laut, Maka bangsa ini Akan Aman Dan Tidak Bakal Ruwet,
Habib Lutfi Mengatakan Bahwa Jati Diri Bangsa Kita Hampir Hilang, Ini Di Tandai Dengan Rasa Nasionalime Yang Semakin Menyurut Dan Kerisis, Karenanya Kita Dituntut Untuk Tidak Boleh Meninggalkan Atau Melupakan Sejarah Bangsa ini, Kalo Kita Meninggalkan Sejarah Maka Akan Lenyaplah Peradaban, Dan Jika Sudah Tidak Punya Peradaban Maka Hilanglah Jati Diri Kita
Menurut Habib Lutfi, Fanatik Dalam Hal Kebangsaan itu Tidak Masalah, Nabi Muhammad Sendiri Menuntun Kita Untuk Cinta Bangsa Dan Tanah Air, "Fanatik Kebangsaan itu Melebihi Nuklir, Nuklir itu Bisa Meledakan Mana Saja, Tapi Tidak Akan Bisa Melunturkan Keindonesian, Dan Tidak Akan Menghancurkan Jati Diri Idiologi Kebangsaan.
Komentar
Posting Komentar